Potensi Tsunami Kecil, Namun Bencana Ini Yang Mengancam Jakarta

Hasil gambar untuk jakarta
Sumber: Indonesia Expat


Mungkin kalian sering mendengar, bahwa Jakarta akan tenggelam dalam beberapa puluh tahun kedepan. Alasan utamanya ialah serinya kota ini dilanda banjir karena posisi daratan yang lebih rendah.

Bahkan banyak isu jika tsunami bisa 'mampir' kapan saja ke Jakarta. Walau sebenarnya potensi tsunami di Jakarta sangat kecil, tetap saja itu menjadi hal yang menakutkan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono mengatakan bahwa pihaknya memiliki beragam modeling, termasuk untuk wilayah Jakarta. Rahmat menjelaskan bahwa Jakarta tak akan terlalu terkena dampak apabila tsunami terjadi.

"Gelombang yang terjadi tidak akan terlalu tinggi, maksimal mungkin hanya 20cm saja, itu pun kecil kemungkinannya bisa sampai daratan, bahkan bisa dibilang tidak akan sampai ke daratan," ungkapnya dalam diskusi Ecotalk bertajuk 'Amankah Jakarta dari Tsunami’ di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2).

Serupa dengan yang disampaikan oleh BMKG, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto mengungkapkan bahwa sebenarnya ancaman bencana untuk kota Jakarta bukanlah tsunami, melainkan struktur tanah yang lunak.

"Rata-rata jenis tanah yang ada di kota Jakarta ini relatif lunak. Tanah yang lunak lebih berisiko berbahaya jika terjadi gempa. Jadi, meski kekuatan gempanya kecil ditambah kualitas bangunan buruk dampaknya akan lebih besar," jelas Eko dalam kesempatan yang sama.

Dengan perbandingan, Eko menyebut bahwa struktur tanah di Bengkulu relatif keras. Meski daerah itu pernah dilanda gempa berkekuatan 8,3 magnitudo, hanya menimbulkan sedikit korban yakni tiga korban saat kejadian tersebut.

Sedangkan kala tragedi gempa Bantul, Yogyakarta yang kekuatannya lebih rendah 5,9 magnitudo meluluhlantahkan ratusan ribu bangunan yang memakan lebih dari enam ribu korban jiwa.

Hal itu terjadi di Bantul karena struktur tanah yang realtif lunak, lebih kurangnya mirip dengan kondisi tanah yang ada di Ibu Kota. 

Eko juga menambahkan bahwa inilah kenapa izin mendirikan bangunan menjadi aspek yang sangat penting, karena tidak semua tanah atau lahan bisa kuat ketika gempa terjadi.



Sumber: akurat.co 

Komentar